Rabu, 22 April 2020

Tentang Seseorang


Tentang Seseorang...

Aku lari ke hutan, kemudian menyanyiku..
Aku lari ke pantai, kemudian teriakku..

Sepi-sepi dan sendiri..Aku benci..
Aku ingin bingar..Aku mau di pasar..

Bosan aku dengan penat, dan enyah saja kau pekat..
Seperti berjelaga jika kusendiri..
Pecahkan saja gelasnya biar ramai, biar mengaduh sampai gaduh..

Ada malaikat menyulam jaring laba-laba belang di tembok Keraton Putih..
Kenapa tak goyangkan saja loncengnya, biar terdera?
Atau aku harus lari ke hutan belok ke pantai?

Bosan aku dengan penat..
Dan enyah saja kau pekat..
Seperti berjelaga jika kusendiri..


Selasa, 18 Februari 2020

Dear Neptunus (3)

Dear Neptunus, Saya merasa kamus saya telah habis, sudah tertutup rapat..
Saya tidak bisa merangkai kata lagi, semenjak saya membaca novel pertama saya, sampai saya lupa tepatnya kapan..

Saya ingin sekali menjadi penulis, tapi karena apa keinginan itu terkikis saya juga lupa..
Neptunus, apakah ada didalam realitas sebuah keajaiban? Cinderella yang menemukan sebelah sepatunya, Sleeping Beauty yang dibangunkan tidurnya oleh kecupan, atau bahkan Keenan yang telah menyibak awan dan menemukan bintangnya?

Mungkin saya sudah lelah, berangan-angan atau saya memang menunggu waktu yang tepat..
Berputar-putar menjadi orang lain, untuk pada akhirnya menjadi diri sendiri..
Ya kan? Saya sekarang menjadi seorang penikmat saja..
Cuma bisa menjerit senang saat penulis favorit saya mengeluarkan bukunya, bahkan mengadaptasinya ke layar lebar..

Saya cuma bayangan dari para penggemar berat, yang padahal lebih fanatik dari siapapun..
Begini saja saya sudah merasa cukup walau tidak menulis buku saya sendiri..
Saya senang bisa menjadi bagian dari Agen Neptunus, walau saya bukan aquarius..
Saya tahu ini sudah jalannya, seperti perahu kertas Kugy yang selalu sampai pada akhirnya ke lautan kepada kamu, Neptunus..

Dear Neptunus (2)

Hai Neptunus, apa kabar di laut biru?
Perahu kertas yang kali ini akan membawakanmu kisah tentang perjalanan hatiku..
Berputar menjadi sesuatu yang bukan kita, demi bisa menjadi diri kita lagi.
Jalan kita mungkin berputar, tapi satu saat, entah kapan, kita pasti punya kesempatan jadi diri kita sendiri..

Bagimana kita bisa terus jalan kalau tempat kita berpijak saja beda..
Kenangan itu cuma hantu di sudut pikir, selama kita cuma diam dan tidak berbuat apa-apa, selamanya dia tetap jadi hantu, tidak akan pernah jadi kenyataan..
Karena hanya bersama kamu, segalanya terasa dekat, segala sesuatunya ada, segala sesuatunya benar dan Bumi hanyalah sebutir debu dibawah telapak kaki kita.

Buat apa dia kembali? Buat apa muncul sejenak lalu menghilang lagi nanti?
Pada akhirnya, tidak ada yang bisa memaksa., tidak juga janji, atau kesetiaan..Tidak ada..
Sekalipun akhirnya dia memilih untuk tetap bersamamu, hatinya tidak bisa dipaksa oleh apa pun, oleh siapa pun..
Kepala kamu akan selalu berpikir menggunakan pola seharusnya, tapi yang namanya hati selalu punya aturan sendiri. Secerdas-cerdasnya otakmu, tidak mungkin bisa dipakai untuk mengerti hati..

Carilah orang yang tidak perlu meminta apa-apa, tapi kamu mau memberikan segala-galanya..
Hati tidak pernah memilih, hati dipilih karena hati tidak perlu memilih. Ia selalu tahu ke mana harus berlabuh..
Ada saatnya cinta harus dilepas, tidak digenggam dengan begitu erat. Bahwa ada saatnya kita tidak perlu berlari, tapi berhenti, melihat sekeliling dan tersenyum..

Menyerah sama realistis itu beda tipis..
Apa yang orang bilang realistis, belum tentu sama apa yang kita pikirkan..
Ujung-ujungnya kita juga tau, diri kita sebenarnya dan mana yang bukan diri kita..
Dan kita juga tau apa yang kita ingin jalani..
Aku tidak mau sepuluh, dua puluh taun dari hari ini, aku masih terus-terusan memikirkan orang yang sama, bingung diantara penyesalan dan penerimaan..

Tidak akan ada masa depan bila tidak ada masa lalu, pengkhianat terbesar adalah harapan kosong..
Kenyataan terpahit adalah kenyataan yang tak setinggi harapan itu..
Carilah orang yang tidak perlu meminta apa-apa, tapi kamu mau memberikan segala-galanya.
Karena bersamamu, aku tidak takut lagi jadi pemimpi..
Mungkin memang harus begini, mungkin harus ini jalannya, meski semua kelihatan baik baik saja, aku merasa tersesat..

Apa yang tak terucap, apa yang tersembunyikan..itulah yang lebih mengkhawatirkan..
Dalam hidup, kita harus memilih antara Mimpi dan Realita..
"There’s time where we need to survive and there’s time where we must surrender.”

Dear Neptunus (1)

Dear Neptunus, Aku mencintainya..
Didepannya aku menjadi diriku sendiri..
Seperti airmu, yang selalu membawa semua pesanku..

Dia pun begitu, membuatku hanyut oleh sorot matanya..
Membuatku lupa oleh kesederhanaan suaranya..
Sampai aku tak bisa katakan apa-apa padanya..
Bahkan untuk sekedar bilang rindu atau butuh..

Banyak yang tidak mengerti, lalu terluka dan saling menyalahkan..

Karena itu, aku takut bicara tentang hati..
Maka aku tuliskan saja lalu kusimpan dan mungkin kukirim ke entah kemana..

Rabu, 10 April 2019

Menjamu Rasa

Hallo, Apa kabarmu kini..??
Mungkin hanya ini kata yang begitu ingin Aku ucapkan..
Kisah yang telah berlalu masih terkenang..

Kadang saat menikmati kopi dinginku, sesekali terlintas tentang kisah kita..
Kisah yang dulu telah berlalu jauh..
Tak terasa waktu berjalan begitu cepat, sangat cepat..

Andai saja ada kesempatan membalik masa..
Mau kah Kau temaniku disini? Kita Menjamu Rasa kembali..
Kilas balik kisah diwaktu itu, menyembuhkannya kembali..
Menjamu Rasa yang telah terkubur dalam bersama luka hati..

Sosok bayangmu takkan pernah terlupa..
Karena dalam hatiku, sama sepertimu akan ada selalu "Sedikit Tempat" yang bisa kita gunakan untuk mengenang segalanya..
Kotamu saksi bisu, baru sedalam ini Aku masih menyimpan Rasa pada seseorang yang sudah bertahun-tahun berlalu dalam hidupku..  Sudah hampir 5 tahun, sedari sekarang ini..

-Zia-
Jakarta, dan Kenangan...

Selasa, 18 Desember 2018

Menulis Ulang Bintang-Bintang

Kau tahu aku menginginkanmu, bukan rahasia yang aku coba sembunyikan..
Aku tahu kau menginginkanku, jadi jangan terus berkata tangan kita terikat..
Kau mengklaim itu bukan di kartu dan takdir menarikmu jauh..
Dan jauh dari jangkauanku, tapi kau ada di hatiku..
Jadi siapa yang bisa menghentikanku jika aku memutuskan bahwa kau adalah takdirku?

Bagaimana jika kita menulis ulang bintang-bintang?
Katakanlah kau dibuat menjadi milikku, tidak ada yang bisa memisahkan kita..
Kau akan menjadi orang yang seharusnya aku temukan..
Terserah kau, dan terserah aku, tidak ada yang bisa mengatakan apa yang kita bisa
Jadi mengapa kita tidak menulis ulang bintang-bintang? Mungkin dunia bisa menjadi milik kita, malam ini..

Kau pikir itu mudah? Kau pikir aku tidak ingin lari padamu?
Tapi ada gunung dan ada pintu yang tidak bisa kita lewati..
Aku tahu kau bertanya-tanya mengapa karena kita mampu..
Hanya kau dan aku, didalam tembok ini..
Tapi ketika kita pergi keluar, kau akan bangun dan melihat bahwa itu tidak ada harapan sama sekali..

Tidak ada yang bisa menulis ulang bintang-bintang?
Bagaimana kau bisa mengatakan kau akan menjadi milikku?
Semuanya membuat kita terpisah dan aku bukan orang yang seharusnya kau temukan..
Ini bukan terserah kau, itu bukan terserah aku..
Ketika semua orang memberitahu kita apa yang kita bisa dan bagaimana kita bisa menulis ulang bintang-bintang? Katakan bahwa dunia bisa menjadi milik kita malam ini..

Yang aku inginkan adalah terbang bersamamu, yang aku inginkan adalah jatuh bersamamu..
Jadi beri aku kalian semua.. Rasanya mustahil? Itu tidak mustahil
Apakah itu tidak mungkin? Katakan bahwa itu mungkin..