Selasa, 10 Februari 2026

Aku..

Aku sekumpulan tanya yang tak pernah ditemukan jawabannya..
Tak ada siapapun yang bisa menafsirkan,
kecuali gelap malam dan lembabnya pojok kamar..
Karena itu aku tak menyalahkan keraguan mereka..
Juga cara pandang mereka menyimpulkanku sebagai wujud tak berarti..

Aku rumit, Bahkan hanya untuk sekedar dibaca, apalagi dipahami..

Di dunia yang bising dan hampa, kata kata yang entah dari mana asalnya..
Menyiksa raga perlahan-lahan, lalu mengiris perih jiwa hingga terluka..

Beberapa orang hanya bisa tertawa, sembari mendiamkan luka..
Dan beberapa orang lainnya tak bisa apa-apa,
Kecuali merobek jiwa yang selalu terbuka untuk derita..

Sengaja puisi ini tercipta untukku..
Karena aku terlalu akrab dengan kesepian untuk dunia yang sering membuatku terluka..

Minggu, 15 Juni 2025

Fanny Soegi - Arutala

Di antara sajak yang Langitkan harapan..
Pengeja sembunyi, aku..
Dan megahnya rahasia Indah seluas Elok bentala, rindu..

Seraya mencari cara, tinta kan kembali basah..
Menunggu mu tuliskan untukku..
Sepasang keras kepala, yang mampu saling membaca dalam duga..

Keinginan yang dalam..
Lurus dan tulus.. Tangguh dan sungguh..
Tunggak bersemi..
Serahkan diri untuk luka dan kecewa..
Kurapalkan Jampi dan suci..
Fasih membasuh Kala bertalu hati yang kaku..
Yakin asa pasti ada.. Pujaku Arutala..

Lebih besar dari debar.. Lebih luas dari sabar..
Aku ingin mеncintaimu..
Lebih rumit tak terjabar..
Gemintang cahaya binar, Aku tak akan bеrhenti..
Pujaku Arutala..

Senin, 09 Juni 2025

Versi Baru

Aku membunuh versi diriku yang dulu, untuk menjadi setenang ini..
Aku ingin semuanya menjadi lebih baik dan Aku suka versi diriku saat ini..

Hanya saja, Aku tak suka kesunyian dan sepi..
Itu lebih membunuh dari apapun yang dibayangkan..

Aku kini lelah, energi terakhirku sudah habis..
Ingin menepi, kesuatu tempat walau ntah dimana..

Arutalaku hilang, bukan lagi dia..
Ntah bagaimana kini akan berujung, sepertinya samar..
Padahal Aku sangat yakin padanya.

Aku tak pernah ingin apa-apa darinya..
Hanya ingin bahagia..

-Zia Aslan-
09 Juni 2025

Mengapa Begini?

Sungguh rasanya, Aku ingin berdamai dengan diriku..
Mendiamkan segala tanya yang berkecamuk di kepala..
Menenangkan segala pertanyaan dan alasan yang terjadi..

Aku tak ingin menjadi seseorang yang "buta"..
Hanya ingin mendapatkan cahaya yang bisa kurasa..

Kadang Aku bertanya, apakah Aku tepat sudah berjalan disini?
Atau ada tempat lain yang seharusnya menjadi tempatku? Namun, dimana?

Tak ada yang benar-benar bisa memberikan rasa aman kecuali diri sendiri..
Aku jatuh begitu jauh, Aku tertinggal sangat dibelakang..

Tak ada lagi hembusan angin yang mendamaikan rasa..
Semoga ada sayap lebar yang dapat membawaku pada temapt yang jauh..
Aku ingin berdamai dengan semua kecamuk, pikiran dan rasa yang ada..

-Zia Aslan-
Jakarta, 09 Juni 2025=

Jumat, 12 Juli 2024

Senja Timur Yang Pudar..

Dia datang dari jarak yang jauh..
Hadirnya membuat hati hangat dan bersemangat..

Terkadang menghantuiku..
Terkadang membayangiku..
Terkadang membiarkanku..

Datang perlahan dari seberang,
Menebar pesona indah, Aku terbuai..

Salahkah jika menaruh rasa?
Salahkah jika berharap?
Salahkan jika memimpikan?
Salahkah jika menantikan?

Namun secara tiba-tiba "sesuatu" yang hadir ini mulai memudar..
Pergi jauh dan menghilang..
Meninggalkanku sendirian di Sudut ini..

Senja Timur itu pudar..
Pergi bersama jelang datangnya bulan..

Senja Timur itu pudar..
Melebur bersama waktu dan kenangan..

Senja Timur itu pergi tidak berpamitan..
Bagaimana caraku menyesuaikan?

Hangatnya Senja Timur itu ternyata mimpi belaka..
Adakah yang dapat menyadarkanku?

Jumat, 01 April 2022

Wahai Semesta, ini Rasa Yang Tak di Sangka..

Karena Semesta juga ikut tahu, bahwa Aku sedang tidak baik-baik saja..
Ada didalam persimpangan yang tidak dapat kupilih, dan tidak dapat kuraih..

Terima kasih Semesta karena tlah kembali memberikan rasa yang tak disangka-sangka..
Semoga suatu hari nanti kita akan bahagia, benar-benar bahagia dengan jalan masing-masing..

Terima kasih Semesta yang teramat besar untuk semua ini..

-Zia Aslan-