Selasa, 18 Desember 2018

Menulis Ulang Bintang-Bintang

Kau tahu aku menginginkanmu, bukan rahasia yang aku coba sembunyikan..
Aku tahu kau menginginkanku, jadi jangan terus berkata tangan kita terikat..
Kau mengklaim itu bukan di kartu dan takdir menarikmu jauh..
Dan jauh dari jangkauanku, tapi kau ada di hatiku..
Jadi siapa yang bisa menghentikanku jika aku memutuskan bahwa kau adalah takdirku?

Bagaimana jika kita menulis ulang bintang-bintang?
Katakanlah kau dibuat menjadi milikku, tidak ada yang bisa memisahkan kita..
Kau akan menjadi orang yang seharusnya aku temukan..
Terserah kau, dan terserah aku, tidak ada yang bisa mengatakan apa yang kita bisa
Jadi mengapa kita tidak menulis ulang bintang-bintang? Mungkin dunia bisa menjadi milik kita, malam ini..

Kau pikir itu mudah? Kau pikir aku tidak ingin lari padamu?
Tapi ada gunung dan ada pintu yang tidak bisa kita lewati..
Aku tahu kau bertanya-tanya mengapa karena kita mampu..
Hanya kau dan aku, didalam tembok ini..
Tapi ketika kita pergi keluar, kau akan bangun dan melihat bahwa itu tidak ada harapan sama sekali..

Tidak ada yang bisa menulis ulang bintang-bintang?
Bagaimana kau bisa mengatakan kau akan menjadi milikku?
Semuanya membuat kita terpisah dan aku bukan orang yang seharusnya kau temukan..
Ini bukan terserah kau, itu bukan terserah aku..
Ketika semua orang memberitahu kita apa yang kita bisa dan bagaimana kita bisa menulis ulang bintang-bintang? Katakan bahwa dunia bisa menjadi milik kita malam ini..

Yang aku inginkan adalah terbang bersamamu, yang aku inginkan adalah jatuh bersamamu..
Jadi beri aku kalian semua.. Rasanya mustahil? Itu tidak mustahil
Apakah itu tidak mungkin? Katakan bahwa itu mungkin..

Sabtu, 28 Oktober 2017

Hujan di Mimpi

Semesta bicara tanpa bersuara..
Semesta ia kadang buta aksara..
Sepi itu indah, percayalah.. Membisu itu anugerah..

Seperti hadirmu di kala gempa..
Jujur dan tanpa bersandiwara..
Teduhnya seperti hujan di mimpi, berdua kita berlari..

Semesta bergulir tak kenal aral..
Seperti langkah-langkah menuju kaki langit..
Seperti genangan akankah bertahan atau perlahan menjadi lautan..

Seperti hadirmu di kala gempa..
Jujur dan tanpa bersandiwara..
Teduhnya seperti hujan di mimpi, berdua kita berlari..

Rabu, 02 Agustus 2017

Lembayung Bali

Menatap lembayung di Langit Bali dan kusadari betapa berharga kenanganmu..Dikala jiwaku tak terbatas, bebas berandai memulang waktu..Hingga masih bisa kuraih dirimu, sosok yang mengisi kehampaan kalbuku..Bilakah diriku berucap maaf untuk masa yg tlah kuingkari dan meninggalkanmu, Cinta..
Teman yang terhanyut arus waktu, mekar mendewasa..Masih kusimpan suara tawa kita, kembalilah sahabat lawasku..Semarakkan keheningan lubuk..Hingga masih bisa kurangkul kalian, sosok yang mengaliri cawan hidupku..Bilakah kita menangis bersama, tegar melawan tempaan semangatmu itu..
Hingga masih bisa kujangkau cahaya, senyum yang menyalakan hasrat diriku..Bilakah kuhentikan pasir waktu tak terbangun dari khayal keajaiban ini, Mimpi..Andai ada satu cara tuk kembali menatap agung surya-Mu..Lembayung Bali..

Untuk Perempuan Yang Sedang Dalam Pelukan

Tak terasa gelap pun jatuh..
Diujung malam menuju pagi yang dingin..
Hanya ada sedikit bintang malam ini..
Mungkin karena kau sedang cantik-cantiknya..

Lalu mataku merasa malu..
Semakin dalam ia malu kali ini..
Kadang juga ia takut..
Tatkala harus berpapasan ditengah pelariannya..

Di malam hari menuju pagi..
Sedikit cemas, banyak rindunya..

Minggu, 08 September 2013

Ternyata ini yang membuat LUAR NEGERI Maju..

Banyak orang bilang kalau kuliah diluar negeri itu sulit tapi menurut hemat gue dari pengalaman kuliah di Aussie selama 3 tahun bahwa kuliah diluar negeri itu fun dan justru lebih gampang daripada kuliah di Indo..
Gue harus berkutat dengan hapalan yang bukan main banyak seperti layaknya system menghapal di Indo pada umumnya, selain kalimat yang kata-katanya harus sama dengan buku, titik koma pun jadi patokan wajib yang kudu dihapal diluar kepala..Lain halnya dengan Australia justru saat gue ngejawab soal persis sama dengan buku, gue malah dapet nilai nol=0 karena dinilai plagiat, dosen gue menjelaskan kalo teori itu dibuat oleh manusia dan gue itu juga manusia jadi kenapa gue gak bisa bikin teori lain sepanjang itu relevan dengan pertanyaan! Penjelasan dosen itu bagai setetes air di padang pasir sungguh menyegarkan.. Sejak saat itu saat menghadapi ujian, gue STOP belajar.. Gue jadi ngerti kenapa ilmu di luar negeri maju karena setiap hari mereka menemukan jawaban-jawaban yang baru untuk pertanyaan yang sama, ilmu mereka selalu dimodifikasi oleh waktu, lain halnya dengan Indo karena jawaban menuntut sama dengan buku, dari tahun 1945 sampe sekarang jawaban untuk pertanyaan "SIAPA IBU INI?" dan jawabannya "INI IBU BUDI!".

Kekayaan yang Sebenarnya..

Dimanapun saya berada, kemanapun saya pergi..
Satu yg terpenting untuk saya temukan..
Yakni sebuah kekayaan bernama Sahabat..
Tidak seorangpun paling beruntung di Dunia ini melainkan dia yg memilki Sahabat..
Karena Sahabat ada untuk mereka yg terluka..
Untuk mereka yg tengah memikul beban berat..
Untuk mengapus air mata yg berduka..
Membantu seseorang berdiri dari keterpurukan..
Dan menyediakan sayapnya untuk terbang bersama..


-Zia Aslan, 11 Desember 2011-